Technopreneur Teknik Informatika :Tetap Koleksi Mainan Sampai Berambut Putih

Sabtu, 30 Juni 2012

Bulan Mei lalu saya sempet beli hotwheels ke salah satu orang yang ternyata pengurus komunitas penyuka dan kolektor mainan di Semarang. Mas Ari namanya. Beliau punya Facebook yang juga tempat berjualan diecast. Beliau itu adalah salah satu kolektor mainan paling ajaib yang pernah saya kenal. Saya ngobrol dengan beliau tentang serba-serbi dan pengalamannya mengoleksi mainan, khususnya diecast.Mas Ari mulai ngoleksi hotwheels sejak SMA, katanya sekitar 12 tahun lalu. Berarti umur mas Ari sekarang berkisar 30an lah ya..  Koleksinya buanyak buanget, Rangers.. Hehe😀

Koleksiannya mas Ari itu sebagian besar diecast. Tapi fokus ke beberapa jenis mobil. Ada Ferrari, Volkswagen, dan juga Jeep. Merk nya pun beragam. Ada Hotwheels, Tomica, Jada, Johnny Lightning, dan yang lainnya. ini foto-foto yang saya ambil langsung dari kamar beliau.


Sebagai newbie bidang koleksi mainan, saya ga bakal menyia-nyiakan waktu buat pulang gitu aja. Langsung aja saya sedot ilmu nya, alih-alih ngobrol. Hehehe.. Beliau ngejelasin, Setidaknya ada tiga alasan kenapa seseorang ngoleksi mainan.

  1. Memang berdasarkan hobi dan kesukaan. Biasanya yang kayak gini itu bakal fokus dan antusias banget hunting barang-barang yang jadi koleksiannya.
  2. Buat dijual kembali. Jadi orang tipe ini beli banyak-banyak mainan yang dia pikir bagus dan bernilai, kemudian bikin lapak deh buat ngejual semua mainan yang dia punya dengan harga-harga tertentu untuk mendapatkan keuntungan.
  3. Buat investasi. Ini yang menarik. Biasanya seseorang jenis ini punya beberapa jenis koleksian. Jenis koleksi yang “difokuskan”, dan yang jadi “selingkuhan”. Nah, Kemudian dalam waktu tertentu, dia bakal menjual koleksian “selingkuhan” nya itu buat nambah budget saat dia beli “fokusan” nya itu. Dan ga tertutup kemungkinan uang hasil penjualan itu digunakan untuk keperluan lain. Buat bayar kuliah misalnya..

Dari situ saya mulai introspeksi. buat apa saya koleksi mainan.

Ternyata masa kecil saya belum selesai. Banyak harta karun tersimpan disana. Mungkin cara mengakses makna dan  tanda-tanda kehidupan yang terkubur disana, saya harus membangkitkan kembali kenangan dan apa yang sering saya lakukan di masa kecil, dengan konteks tahun 2012 dan umur saya yang sudah 22 tahun.

Mengoleksi mainan adalah jawaban yang tepat.

Meminjam slogan Semarang Toys Community, Saya akan “mengoleksi mainan sampe ubanan”. Karena mainan, adalah miniatur kehidupan.

sumber: http://japratheredranger.blogspot.com/2012/06/tetap-koleksi-mainan-sampe-ubanan.html

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: